ketika harapan tak seindah kenyataan

22 Jan

bismillah

setiap orang pasti memiliki harapan,asa, cita-cita atau tujuan dalam hidupnya, entah itu sederhana, rumit, atau bahkan yang sifatnya mustahil. contohnya seorang anak berharap ingin memiliki mainan kesukaannya, ia ingi sekali dibelikan mainan yang bagus, pada kenyataannya ia bukan dari keluarga yang mampu, yang setiap barang dapat dengan mudah ia beli. menurutmu jika harapan anak ini tak terpenuhi apa selalu menyedihkan? Tentu tidak..banyak orang ketika ia gagal mendapatkan apa yang mereka harapkan,ia akan berusaha lebih keras lagi untuk mencapai harapan itu. bisa jadi setelah besar anak ini akan berusaha untuk meraih harapannya setelah melewati proses yang panjang..kita tidak pernah tau kapan waktu yang tepat untuk meraih cita-cita kita. karena dibali itu ada yang mengaturnya, ada yang lebih menentukan, ada yang lebih memahami apa yang terbaik untuk kita saat itu.

siapakah dia? tetntu saja Allah ‘azza wa jalla yang telah menetapkan takdir kita jauh puluhan ribu tahun sebelum kita lahir. takdir kita yang sudah dicatat sebelum semua alam semesta ini diciptakan. jadi jika harapan tak sebagaimana mestinya mohonlah kepada pencipta kita petunjuk, berdoa mohon bimbingannya. barangkali Ia hanya menunda atau sudah memberikan yang jauh lebih baik dari apa yang telah kita impikan. sesungguhnya apa yang baik menurut kita belum tentu baik di mata Allah dan apa yang buruk bagi kita belum tentu buruk di  mata Allah.

bersabarlah wahai kawan karena dunia ini hanya sementara harapan yang sesungguhnya ada di akhirat sana.

 

 

 

 

 

 

 

Meluluhkan Hati Seorang Istri

20 Apr

Bismillahirrohmaanirrohiim

Ketika saya menuliskan judul ini ego saya sebagai seorang wanita muncul, ya ego karena berharap seorang suami di manapun dapat memperlakukan yang terbaik untuk istrinya, dan ini yang berbicara dari pihak wanita wajar apabila saya sebut ego.

Mudah sekali sebenarnya untuk meluluhkan hati seorang istri namun ada beberapa orang tak tau bagaimana cara memperlakukannya di hadapan istrinya. Jadi saya menulis ini agar para suami mudah membuat istrinya jatuh bertekuk lutut dihadapannya (maaf agak lebay). Continue reading

Serba-serbi Setelah Nikah

29 Nov

Bismillah

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah masih ada kesempatan buat nulis lagi setelah menikah, daripada mumet mikirin skripsi yuk ah nulis yang ini aja..

Tips-tips harian buat suami bahagia..

  1. Makanan
  • Buat para ibu muda yang nikah muda (itu mah saya) tanyakan makanan favorit suami, kebiasaan yang  dimakan sama suami dari pagi sampai malam hari. Continue reading

Surat Cinta Untuk Saudariku

8 Jun

♥Surat Cinta Untuk Saudariku♥

Ummu Zidan Al Fathi

Wahai saudariku,

Kembalilah!

Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat!

Kematian bisa datang kapan saja.

Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan?

Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat?

Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang?

Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang!

Tidakkah kita rindu dengan surga?

Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?

Saudariku,

Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini?

Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini?

Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia.

Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?

Duhai…

Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia?

Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat?

Mana yang hendak kita cari?

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…

Saudariku,

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.

Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?

Jilbab kan modelnya banyak…

*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*

Iya, saudariku.

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita tidak salah sangka.

Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti yang Allah maksud.

“Ya… terserah saya! Mau sholat subuh dua rokaat atau tiga rokaat yang penting kan saya sholat subuh!”

“Ya… terserah saya! Mau pake jilbab model apa, yang penting kan saya pake jilbab!”

Mmm…

Tidak seperti ini kan?

Pembahasan mengenai hal ini ada sebuah buku yang bagus untuk dijadikan rurukan karena di dalamnya memuat dalil-dalil yang kuat dari Al Quran dan As Sunnah, yaitu Jilbab al Mar’ah al Muslimah fil Kitabi wa Sunnah yang ditulis oleh Muhammad Nasiruddin Al Albani. Buku ini telah banyak diterjemahkan dengan judul Jilbab Wanita Muslimah.

Adapun secara ringkas, jilbab wanita muslimah mempunyai beberapa persyaratan, yaitu:

1. Menutup seluruh badan

Adapun wajah dan telapak tangan maka para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib untuk ditutup dan sebagian lagi sunnah jika ditutup. Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albani dalam buku di atas mengambil pendapat sunnah. Masing-masing pendapat berpijak pada dalil sehingga kita harus bisa bersikap bijak. Yang mengambil pendapat sunnah maka tidak selayaknya memandang saudara kita yang mengambil pendapat wajib sebagai orang yang ekstrim, berlebih-lebihan atau sok-sokan karena pendapat mereka berpijak pada dalil. Adapun yang mengambil pendapat wajib maka tidak selayaknya pula memandang saudara kita yang mengambil pendapat sunnah sebagai orang yang bersikap meremehkan dan menyepelekan sehingga meragukan kesungguhan mereka dalam bertakwa dan berittiba’ (mengikuti) sunnah nabi. Pendapat mereka juga berpijak pada dalil.

*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang lain*

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan

3. Kainnya harus tebal dan tidak tipis

4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan bentuk tubuh

5. Tidak diberi wewangian atau parfum

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

8. Bukan libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas)

“BERAT!

Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup?

Lagi pula kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok gimana?”

“RIWEH!

Harus pakai kaus kaki terus.

Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”

“Baju yang kaya laki-laki ini kan baju kesayanganku! Ini style ku! Kalau pake rok jadi kaya orang lain. I want to be my self! Kalau pakai bajunya cewek RIBET! Gak praktis dan gak bisa leluasa!”

Saudariku,

Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (Qs. Al A’raf: 16-17)

Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka setan akan membantu dan memanjangkan angan dan keinginannya.”

Mungkin setan membisikkan

“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”

Sebentar!

Apa definisi cantik yang dimaksud?

Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?

Sungguh!

Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.

Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah!

Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia?

Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka.

Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias?

Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.

Wahai saudariku,

Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Atau… mungkin setan membisikkan

“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”

Wahai saudariku,

Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka.

Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka.

Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita?

Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?

Wahai saudariku,

Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.

Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syariat.

“Riweh pake kaus kaki.”

“Ribet pake baju cewek.”

“Panas! Gerah!”

Saudariku…

Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.

Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.

“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”

“Baju sempit itu?”

“Minyak wangiku?”

Saudariku…

Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya.

Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan,

Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.

Saudariku,

Jadi bukan melulu soal penampilan!

Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.

Tetapi…

Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.

Berhias dengan ilmu dan amal sholeh,

Berhias dengan akhlak yang mulia.

Hiasi diri kita dengan rasa malu!

Tutupi aurat kita!

Jangan pamerkan!

Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi.

Simpanlah kecantikannya,

Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya!

Simpan untuk suami saja,

Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.

Saudariku,

Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasin: 11)

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan,

Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya,

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):

“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (QS. Yasin: 10)

Kisah Cinta Paling Indah

18 Apr

Pernahkan mendengar kisah cinta yang paling indah??
simak kajian di bawah ini dengan mengklik link berikut

Kisah Cinta Paling Indah

Renungan Untuk Kaum Wanita

24 Mar

Ditulis oleh Fitri Kurnia Handayani

Bismillah..

Semoga bisa diambil manfaatnya oleh saudari-saudari muslimahku..

(KISAH)

Sore itu,, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya

“Mbak kerja di mana?”, entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.

“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya.

Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing . Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendiri lah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk di luar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan umi ridho”, begitu katanya. Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja . Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”

Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“Kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….

Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.

Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..

Subhanallah..

Semoga pekerjaan, harta tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya.

Sumber : bloghidayah.wordpress.com

Dauroh Tauhid (Beribadah dengan Nama dan Sifat Allah)

17 Mar

Syair Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

10 Mar

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah ditanya tentang beberapa bait syair yang menceritakan tentang mabuk asmara

Wahai orang ‘alim bagaimana pendapat Anda?
Tentang orang yang hancur luluh dimabuk cinta?
Maka Ibnu Qayyim menjawab

Wahai pemuda yang tenggelam dalam badai asmara

Yang selalu menghadang bahaya dengan semangatnya

Dengarlah dari jiwa yang ingin memberikan nasihatnya

Semoga Engkau mendapat petunjuk karenanya


bersambung,….


Love Strawberries So Much

4 Mar

Bismillah

Akhir-akhir ini jadi punya hobi baru, hampir setiap hari langganan jus strawberry sampai-sampai ada temen  yang tanya, “Han, kok kamu jadi sering banget beli jus strawberry?” Jawabnyaa sebagai pengganti sayur, bukannya saya ga suka sayur, suka banget malah tapi ga semua sayur itu jujur (loh?) maksudnya hampir semua sayur yang dijual di warung-warung makan daerah kostan dibumbui vetsin, vetsin sangat mempengaruhi kinerja hati sebagai penawar racun jadinya saya alergi dengan bahan kimia yang satu itu. (sempet kepikiran buka warung makan bebas msg jadinya)

Alesan yang kedua biasanya paling disukai kaum hawa, efeknya kulit wajah jadi terlihat berseri-seri (faktor lagi bahagia juga kali yaaa) eits tapi memang bener jus strawberry ini banyak sekali manfaatnya… Continue reading

Bersamamu Aku Tak Ingin Terluka (recommended for akhwat)

23 Feb

Sepertinya pena kami tak akan jemu menulis hal-hal yang berkaitan dengan kaum kalian, wahai wanita. Kami harap kalian pun tak akan jemu menelusuri kalimat-kalimat kami. Dengan apa yang akan kami bicarakan, kami tak berharap agar kalian menjadi sosok yang sempurna. Tetapi, dengan anugerah Allah yang ada pada kalian, kami begitu ingin agar kalian mendekati kesempurnaan itu.

>>Malam Itu

Pernah suatu malam, kami menghadiri acara makan malam sebuah keluarga. Makanan istimewa tengah terhidang di meja makan. Ini adalah suasana penuh kehangatan dan canda.

Tiba-tiba seorang wanita berteriak memarahi seorang laki-laki yang merupakan suaminya. Suara wanita itu bernada tinggi dan lebih tepatnya disebut sebagai bentakan. Hanya karena kekeliruan yang amat sepele, wanita itu mempermalukan dan mencaci suaminya habis-habisan.

Begitu kasihan sang suami. Di hadapan kami sebagai tamu, ia mendapat “menu istimewa”. Bukan panah asmara yang tertancap lembut di hatinya tetapi sebuah tusukan jarum panas, tajam nan pedas. Oleh sang istri, bukan sekali atau dua kali ia dipermalukan tapi begitu sering. Continue reading